Presentasi Hasil Kajian Potensi Sampah Pasar menjadi Energi Listrik Tim PSEL UP45 di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Provinsi DIY
Yogyakarta, 16 Desember 2016. Tim PSEL UP45 mempresentasikan hasil kajian potensi sampah pasar menjadi energi listrik di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Provinsi DIY. Tim PSEL UP45 ditunjuk menjadi tim ahli untuk melalukan kajian potensi sampah pasar menjadi energi listrik melalui teknologi konversi anaerobic digestion (biogas) dan gasifikasi. Tim PSEL di pimpin oleh Direktur PSEL Wira Widyawidura, S.Si., M.Eng. yang juga merupakan Dosen Teknik Lingkungan UP45, Syamsul Ma’arif, S.T., M.Eng., Enda Apriani, S.T., M.Eng., dan M.Noviansyah Aridito, S.Pd., M.Sc.,. Pada kesempatan tersebut , Tim PSEL UP45 mempresentasikan hasil kajian potensi energy listrik dari sampah pasar di pasar Giwangan dan pasar Godean. Kajian dimulai dari pengambilan data volume sampah yang dihasilkan tiap hari di kedua pasar, pengambilan sampel sesuai standar SNI dan IPCC, uji laboratorium , dan analisis skema teknologi konversi untuk mengetahui estimasi potensi energy listrik. Kajian teknis, ekonomi, social dan lingkungan juga dilakukan untuk mengetahui sustainabilitas jika akan diimplementasikan. Selain itu, juga dipaparkan kendala-kendala teknis dan non teknis yang dapat mempengaruhi keberlanjutan program. Pada kesempatan tersebut hadir pula perwakilan dari BLH Sleman, BLH Kota, DInas Pasar Giwangan, Dinas Pasar Godean.







Yogyakarta, 6 April 2017., Tim PSEL dan Teknik Lingkungan UP45 terpilih untuk mempresentasikan hasil riset Tungku Gasifikasi TAGS pada Seminar Nasional Kebencanaan BNPB IABI di Universitas Indonesi pada Mei 2017. Paper yang berjudul “Penerapan Tungku Gasifikasi Portable Sebagai Penunjang Aktivitas Bencana” dengan penulis Wira Widyawidura,S.Si,M.Eng., Habib Nurusman,S.T., M.Eng.,M.Sc, M.Noviansyah Aridito,S.Pd., M.Sc., dan Amin Nurohman, S.Pd., M.Sc. berhasil terpilih dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Riset Kebencanaan Ke-4 Tahun 2017 yang diakadakan oleh Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) di Universitas Indonesia, Jakarta. Pada pertemuan tersebut, Tim PSEL akan mempresentasikan penerapan tungku gasifikasi yang dapat digunakan untuk kondisi genting (survival) saat terjadi bencana dengan bahan bakar biomassa disekitar lokasi. Tungku gasifikasi TAGS UP45 memiliki efisiensi lebih tinggi disbanding tungku biasa, lebih sedikit asap dan lebih panas serta didesain Knockdown sehingga bisa dibongkar pasang menjadi ringkas dan dapat dibawa kemana saja. Hasil riset juga menunjukkan nyala api (flare) yang besar dan panas, serta terkadang muncul nyala api biru diakhir proses gasifikasi.


