Pos

Terlindungi: Materi Pelatihan K3 Umum TL UP45 Agustus 2020

Konten ini dilindungi dengan sandi. Masukkan sandi Anda di sini untuk menampilkannya:

Automatic Wastafel Produksi Universitas Proklamasi 45

Hai teman-teman🙌
Di era-new normal seperti ini kita tetap harus tu menjaga jarak, dan paling penting jangan lupa cuci tangan pastinya.

Nah, kita dari Teknik Lingkungan UP45 punya alat ni namanya Automatic Wastafel, dimana kita bisa cuci tangan tanpa menyentuh kerannya. Jadi, pastinya aman dong ya digunakan apa lagi di era yang seperti ini.

Alat ini juga cocok ditempatkan di tempat-tempat kerja, di jalanan, di sekolahan, dan di area terbuka lainnya.
Dengan desain yang keren dan menggunakan bahan stainless steel, pastinya awet dong alat ini nggak mudah berkarat.

Penggunaannya juga cukup mudah banget. Kita hanya perlu mengarahkan tangan kita ke kran air dan kran sabunnya, gila se-simple itu.

Nah, jadi gimana nih berminat ngak untuk beli. Harganya cukup terjangkau untuk alat sekeren itu.

Mau coba?
Hubungi: 0857-0107-8900 (Dito)

Konsep Capra mengenai Ekoliterasi dan Ekodesain

View this post on Instagram

Haii Environment,, Kita belajar yuk tentang konsep fritjof capra, mengenai ekoliterasi dan ekodesain untuk menuju ke zero weste. Sebelumnya kalian udah tau belum siapa sih fritjof capra itu. Hmm ni ku kasih tau ya. Fritjof capra adalah seorang filosof, ia merupakan pendiri dari pusat ekoliterasi di Berkeley, California. Ekoliterasi atau melek ekologi adalah sebuah istilah yang digunakan oleh capra, untuk menggambarkan tingkat kesadaran manusia yang paling tinggi, yakni menghargai lingkungan hidup (ekosistem). Menurut Capra, masa depan manusia bergantung pada kesadaran ekoliterasi. Upaya menuju melek ekologi harus diperkuat melalui kampanye dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga alam sekitar. Dalam mengolah sampah pun capra membuat suatu solusi, yaitu ekodesain. Ekodesain adalah upaya perancangan ulang teknologi dan institusi sosial secara mendasar, untuk menjembatani celah antara desain manusia dan sistem-sistem alam yang berkelanjutan secara ekologis. Prinsip pertama ekodesain adalah “sampah sama dengan makanan”. Dapat dimaksudkan sebagai segala produk yang diolah industri, juga sampah yang dihasilkan dalam proses pembuatannya, pada akhirnya harus menjadi bahan bagi sesuatu yang lain. Prinsip ini sejalan dengan prinsip ekologi tentang siklus, bahwa semua organisme hidup akan terus menerus menghasilkan sampah, akan tetapi sampah satu species akan menjadi makanan bagi species yang lain. Dari kedua hal tersebut semua bertujuan untuk menciptakan zero waste atau bebas sampah. Dimana tidak ada sampah yang menuju ke TPA, sampah bisa dikelolah kembali seperti konsep dari ekodesain dan pastinya dapat berguna baik bagi manusia ataupun makhluk hidup lain. Ada pula metode yang dapat kita lakukan yakni 5R, yaitu Refuse (menolak), Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang) dan Rot (membusukkan sampah). 5R ini menjadi pegangan untuk kita membentuk gaya hidup tanpa sampah. Nah sampai disini kalian udah paham belum betapa pentingnya kita menjaga lingkungan, ingatlah hal kecil yang kita lakukan akan berdampak besar bagi lingkungan disekitar kita.

A post shared by Pengembangan Ekosistem UP45 (@tatakawasanup45) on

Haii Environment,,
Kita belajar yuk tentang konsep Fritjof Capra, mengenai ekoliterasi dan ekodesain untuk menuju ke zero weste.

Sebelumnya kalian udah tau belum siapa sih Fritjof Capra itu. Hmm ni ku kasih tau ya. Fritjof capra adalah seorang filosof, ia merupakan pendiri dari pusat ekoliterasi di Berkeley, California.
Ekoliterasi atau melek ekologi adalah sebuah istilah yang digunakan oleh Capra, untuk menggambarkan tingkat kesadaran manusia yang paling tinggi, yakni menghargai lingkungan hidup (ekosistem).

Menurut Capra, masa depan manusia bergantung pada kesadaran ekoliterasi. Upaya menuju melek ekologi harus diperkuat melalui kampanye dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga alam sekitar.
Dalam mengolah sampah pun Capra membuat suatu solusi, yaitu ekodesain. Ekodesain adalah upaya perancangan ulang teknologi dan institusi sosial secara mendasar, untuk menjembatani celah antara desain manusia dan sistem-sistem alam yang berkelanjutan secara ekologis. Prinsip pertama ekodesain adalah “sampah sama dengan makanan”. Dapat dimaksudkan sebagai segala produk yang diolah industri, juga sampah yang dihasilkan dalam proses pembuatannya, pada akhirnya harus menjadi bahan bagi sesuatu yang lain.

Prinsip ini sejalan dengan prinsip ekologi tentang siklus, bahwa semua organisme hidup akan terus menerus menghasilkan sampah, akan tetapi sampah satu species akan menjadi makanan bagi species yang lain.

Dari kedua hal tersebut semua bertujuan untuk menciptakan zero waste atau bebas sampah. Dimana tidak ada sampah yang menuju ke TPA, sampah bisa dikelola kembali seperti konsep dari ekodesain dan pastinya dapat berguna baik bagi manusia ataupun makhluk hidup lain.
Ada pula metode yang dapat kita lakukan yakni 5R, yaitu Refuse (menolak), Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang) dan Rot (membusukkan sampah). 5R ini menjadi pegangan untuk kita membentuk gaya hidup tanpa sampah.

Nah sampai disini kalian udah paham belum betapa pentingnya kita menjaga lingkungan, ingatlah hal kecil yang kita lakukan akan berdampak besar bagi lingkungan disekitar kita.

Proses Pengolahan Limbah Biomassa menjadi Listrik

View this post on Instagram

Salam Lestari🍃 Buat kalian yang binggung kok sampah bisa diubah jadi listrik?nah Teknik Lingkungan Universitas Proklamasi 45 punya Teknologinya loh. Mau tau caranya bagaimana?okey simak dibawah ini⬇️ 1.Pilah Limbah Biomassa Limbah biomassa ini mempunyai berbagai jenis yaitu limbah biomassa pertanian,perternakan dan sampah organik (kebun) 2.Konversi Termokimia melalui Teknologi Gasifikasi setelah memilah limbah biomassanya,pembakaran termokimia gasifikasi merupakan teknologi yang melibatkan reaksi kimia dalam menghasilkan bahan bakar Syngas.Pada proses Gasifikasi ini, biomassa diproses menjadi biochar dan dibakar dengan udara terbatas pada suhu di atas 900 C, sehingga gas yang dihasilkan sebagian besar mengandung hidrogen, karbonmonoksida, dan sedikit metana. Gas-gas tersebut kemudian direaksikan lagi dengan oksigen (diperoleh dari udara) sehingga dihasilkan panas dari pembakaran tersebut. Keuntungan proses gasifikasi adalah lebih efisien dan bersih sehingga dapat digunakan untuk bahan bakar genset. 3.Gas fuel (Syngas) Bahan bakar gas adalah semua jenis bahan bakaryang berbentuk gas, biasanya bahan bakar gas ini termasuk golongan bahan bakar fosil. Namun dari proses gasifikasi diperoleh syngas yang mirip dengan bahan bakar gas dari limbah biomassa 4.Generator Setelah diisi bahan bakar syngas dari limbah biomassa lalu generator (genset) mengubahnya menjadi listrik. Bagaimana seru bukan?belajar sambil berkarya🙌

A post shared by Pengembangan Ekosistem UP45 (@tatakawasanup45) on

Salam Lestari🍃
Buat kalian yang binggung kok sampah bisa diubah jadi listrik?nah Teknik Lingkungan Universitas Proklamasi 45 punya Teknologinya loh.
Mau tau caranya bagaimana?okey simak dibawah ini⬇️

1.Pilah Limbah Biomassa
Limbah biomassa ini mempunyai berbagai jenis yaitu limbah biomassa pertanian,perternakan dan sampah organik (kebun)

2.Konversi Termokimia melalui Teknologi Gasifikasi setelah memilah limbah biomassanya,pembakaran termokimia gasifikasi merupakan teknologi yang melibatkan reaksi kimia dalam menghasilkan bahan bakar Syngas.Pada proses Gasifikasi ini, biomassa diproses menjadi biochar dan dibakar dengan udara terbatas pada suhu di atas 900 C, sehingga gas yang dihasilkan sebagian besar mengandung hidrogen, karbonmonoksida, dan sedikit metana. Gas-gas tersebut kemudian direaksikan lagi dengan oksigen (diperoleh dari udara) sehingga dihasilkan panas dari pembakaran tersebut. Keuntungan proses gasifikasi adalah lebih efisien dan bersih sehingga dapat digunakan untuk bahan bakar genset.

3.Gas fuel (Syngas)
Bahan bakar gas adalah semua jenis bahan bakaryang berbentuk gas, biasanya bahan bakar gas ini termasuk golongan bahan bakar fosil. Namun dari proses gasifikasi diperoleh syngas yang mirip dengan bahan bakar gas dari limbah biomassa

4.Generator
Setelah diisi bahan bakar syngas dari limbah biomassa lalu generator (genset) mengubahnya menjadi listrik.
Bagaimana seru bukan? belajar sambil berkarya🙌

Terlindungi: Materi Pelatihan ARCGIS TL UP45 Agustus 2020

Konten ini dilindungi dengan sandi. Masukkan sandi Anda di sini untuk menampilkannya:

Terlindungi: Materi Pelatihan AMDAL TL UP45 Agustus 2020

Konten ini dilindungi dengan sandi. Masukkan sandi Anda di sini untuk menampilkannya:

Terlindungi: Materi Pelatihan SPSS TL UP45 Agustus 2020

Konten ini dilindungi dengan sandi. Masukkan sandi Anda di sini untuk menampilkannya:

WASTE MANAGEMENT DI MASA PANDEMI