Kalian penasaran ngak ? Sebenarnya apa sih tantangan yang dihadapi anak-anak Teknik lingkungan dan kira-kira inovasi apa sih yang akan di lakukan untuk kedepannya?
Tantangan yang akan di hadapi, yakni bagaimana kita sebagai lulusan teknik lingkungan dapat merekayasa sistem lingkungan dengan teknologi tepat guna dan efisien secara waktu, maupun biaya. Sekaligus, tidak melanggar regulasi yang berlaku.
Kemudian, kita sebagai mahasiswa teknik lingkungan harus terus berinovasi, yakni mengembangkan pola-pola pemikiran yang efisien, modern, dan berorientasi pada kemaslahatan/kesejahteraan masyarakat, agar tercipta sistem lingkungan yang baik, sesuai siklus, dan tentunya SDA yang aman untuk dimanfaatkan.
Selain itu, harus tetap konsisten dalam menerapkan kebiasaan-kebiasaan hidup berwawasan lingkungan (hemat energi, menggunakan produk ramah lingkungan, mengonsumsi makanan sehat, menjaga kelestarian alam sekitar, dll), sehingga tercipta manusia yang sehat dan ekosistem yang seimbang.
Nah, itulah sedikit informasi yang kita bagikan hari ini. Gimana kalian jadi makin tau kan tentang prodi teknik lingkungan?
https://tlingkungan.up45.ac.id/wp-content/uploads/sites/24/2020/06/Logo-TL-UP45-02.png121112wahyuhttps://tlingkungan.up45.ac.id/wp-content/uploads/sites/24/2019/07/up-293x300.pngwahyu2020-08-30 09:46:342020-08-30 09:46:34Tantangan dan Inovasi Alumni Teknik Lingkungan
Teknik lingkungan UP45 punya alat bagus nih, yang pasti alat ini berguna banget untuk pengolahan sampah.
Penasaran kan yuk kita bahas disini. Nama alatnya sendiri yakni pirolisis, alat ini berguna untuk mengolah limbah biomassa dengan manfaatkan gas pirolisisnya. Nah alat ini juga menghasilkan produk, ada dua jenis produk yang dihasilkan yakni bioarang dan bioliquid smoke. Semua limbah biomassa bisa dikonversi atau dapat menghasilkan produk berupa bioarang (biochar) dan asap cair (bioliquid smoke).
Manfaat dari bioarang sendiri yakni Biochar dapat meningkatkan kesuburan tanah dari tanah asam ( tanah dengan pH rendah), meningkatkan produktivitas pertanian, dan memberikan perlindungan terhadap beberapa penyakit yang ditularkan melalui daun dan tanah.
Manfaat dari bioliquid smoke juga tidak kalah dari bioarang yakni sebagai pestisida organik (bukan bersifat racun), sehingga hanya menimbulkan bau yang tidak disukai hama, sehingga dengan sendirinya hama akan menjauhi tanaman yang diberi bio-like.
Selain sebagai pestisida juga sekaligus sebagai pupuk, hal ini karena unsur sekam (bahan) yang kami bakar juga mengandung limbah kotoran ayam. Sangat bagus untuk proses pembungaan/ buah, pengaplikasian nya bisa dengan semprot ke daun atau disiram ke tanah/media (dengan dicampur air sesuai dosis).
Nah gimana keren kan alatnya. Tentu alat ini sangat berguna di bidang pertanian. Selain itu tentunya alat ini dapat mengurangi setidaknya sedikit dari limbah biomassa yang ada.
Hai teman-temanš Di era-new normal seperti ini kita tetap harus tu menjaga jarak, dan paling penting jangan lupa cuci tangan pastinya.
Nah, kita dari Teknik Lingkungan UP45 punya alat ni namanya Automatic Wastafel, dimana kita bisa cuci tangan tanpa menyentuh kerannya. Jadi, pastinya aman dong ya digunakan apa lagi di era yang seperti ini.
Alat ini juga cocok ditempatkan di tempat-tempat kerja, di jalanan, di sekolahan, dan di area terbuka lainnya. Dengan desain yang keren dan menggunakan bahan stainless steel, pastinya awet dong alat ini nggak mudah berkarat.
Penggunaannya juga cukup mudah banget. Kita hanya perlu mengarahkan tangan kita ke kran air dan kran sabunnya, gila se-simple itu.
Nah, jadi gimana nih berminat ngak untuk beli. Harganya cukup terjangkau untuk alat sekeren itu.
Mau coba? Hubungi: 0857-0107-8900 (Dito)
https://tlingkungan.up45.ac.id/wp-content/uploads/sites/24/2019/07/up-293x300.png00wahyuhttps://tlingkungan.up45.ac.id/wp-content/uploads/sites/24/2019/07/up-293x300.pngwahyu2020-08-23 12:25:082020-08-23 12:25:08Automatic Wastafel Produksi Universitas Proklamasi 45
Haii Environment,, Kita belajar yuk tentang konsep Fritjof Capra, mengenai ekoliterasi dan ekodesain untuk menuju ke zero weste.
Sebelumnya kalian udah tau belum siapa sih Fritjof Capra itu. Hmm ni ku kasih tau ya. Fritjof capra adalah seorang filosof, ia merupakan pendiri dari pusat ekoliterasi di Berkeley, California. Ekoliterasi atau melek ekologi adalah sebuah istilah yang digunakan oleh Capra, untuk menggambarkan tingkat kesadaran manusia yang paling tinggi, yakni menghargai lingkungan hidup (ekosistem).
Menurut Capra, masa depan manusia bergantung pada kesadaran ekoliterasi. Upaya menuju melek ekologi harus diperkuat melalui kampanye dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga alam sekitar. Dalam mengolah sampah pun Capra membuat suatu solusi, yaitu ekodesain. Ekodesain adalah upaya perancangan ulang teknologi dan institusi sosial secara mendasar, untuk menjembatani celah antara desain manusia dan sistem-sistem alam yang berkelanjutan secara ekologis. Prinsip pertama ekodesain adalah āsampah sama dengan makananā. Dapat dimaksudkan sebagai segala produk yang diolah industri, juga sampah yang dihasilkan dalam proses pembuatannya, pada akhirnya harus menjadi bahan bagi sesuatu yang lain.
Prinsip ini sejalan dengan prinsip ekologi tentang siklus, bahwa semua organisme hidup akan terus menerus menghasilkan sampah, akan tetapi sampah satu species akan menjadi makanan bagi species yang lain.
Dari kedua hal tersebut semua bertujuan untuk menciptakan zero waste atau bebas sampah. Dimana tidak ada sampah yang menuju ke TPA, sampah bisa dikelola kembali seperti konsep dari ekodesain dan pastinya dapat berguna baik bagi manusia ataupun makhluk hidup lain. Ada pula metode yang dapat kita lakukan yakni 5R, yaitu Refuse (menolak), Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang) dan Rot (membusukkan sampah). 5R ini menjadi pegangan untuk kita membentuk gaya hidup tanpa sampah.
Nah sampai disini kalian udah paham belum betapa pentingnya kita menjaga lingkungan, ingatlah hal kecil yang kita lakukan akan berdampak besar bagi lingkungan disekitar kita.
https://tlingkungan.up45.ac.id/wp-content/uploads/sites/24/2019/07/up-293x300.png00wahyuhttps://tlingkungan.up45.ac.id/wp-content/uploads/sites/24/2019/07/up-293x300.pngwahyu2020-08-23 12:22:322020-08-23 12:22:32Konsep Capra mengenai Ekoliterasi dan Ekodesain